PENGUATAN LITERASI KECERDASAN BUATAN YANG ETIS DAN REFLEKTIF MELALUI PELATIHAN KONTEKSTUAL BAGI CALON GURU BAHASA INGGRIS
DOI:
https://doi.org/10.23960/jsh.v7i1.229Keywords:
kecerdasan buatan generatif, etika akademik, literasi ai, calon guru, refleksi kritisAbstract
Penggunaan AI (kecerdasan buatan) generatif dalam pendidikan tinggi selain memberikan manfaat juga bisa menimbulkan persoalan. AI dapat memberikan dukungan dalam penulisan, pencarian ide, penerjemahan, dan pengembangan bahan ajar, tetapi berdampak pada integritas akademik, sikap ketergantungan, serta melemahnya kemampuan berpikir kritis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran calon guru bahasa Inggris dalam menggunakan kecerdasan buatan secara etis, kritis, dan reflektif. Pelatihan dilaksanakan secara luring dalam satu sesi terpadu selama 60 menit dan diikuti oleh 28 mahasiswa tingkat akhir Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Lampung. Metode kegiatan meliputi analisis kebutuhan, penyusunan materi, pemaparan interaktif, diskusi kasus, praktik terbimbing, refleksi, serta evaluasi awal dan akhir. Hasil evaluasi deskriptif menunjukkan bahwa proporsi peserta dengan pemahaman memadai mengenai batas penggunaan AI dalam konteks akademik meningkat dari 32% sebelum pelatihan menjadi 82% setelah pelatihan. Refleksi peserta juga menunjukkan pergeseran sikap dari penggunaan AI sebagai penghasil jawaban instan menuju pemanfaatannya sebagai alat bantu untuk brainstorming, penyuntingan bahasa, dan pengembangan materi yang tetap memerlukan verifikasi, parafrase, sitasi, serta pertanggungjawaban pengguna. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan singkat yang kontekstual dapat memperkuat literasi AI dan kesadaran etis calon guru, meskipun pendampingan lanjutan dan integrasi materi ke dalam kurikulum diperlukan agar perubahan tersebut berkelanjutan.






